..........
Klas-Klas Sosial dan Politik Dominan Lama. Menurut
kategori sosial tradisional, penduduk Pulau Lombok terbagi menjadi dua kelompok
penting: di satu pihak, mereka yang merupakan elite, yaitu (1) lalu (raden/bangsawan)/tuan guru (kyai) dan, di lain
pihak, mereka yang, karena kehadiran yang pertama, dinamakan massa, yaitu {1)
jejer karang (orang biasa) dan (2) jamaah (komunitas-komunitas pengajian
dengan mesjid dan pondok pesantren sebagai pusatnya). Terutama adalah mereka
yang termasuk dalam kategori massa ini yang merupakan pembentuk klsifikasi penduduk
termiskin Lombok yang pada tingkat provinsi berjumlah 1,031 juta atau 25,38
persen dari keseluruhan jumlah penduduk.
Klas-Klas Sosial dan Politik Baru. Bagaimanapun
juga, bukan hanya kelompok-kelompok social di atas yang mengisi panggung ekonomi,
sosial, politik dan kebudayaan Lombok. Beriringan dengan penyebaran pendidikan
–berdirinya perguruan-perguruan tinggi (baik negeri maupun swasta), dan proses
industrialisasi yang dilancarkan berdasarkan politik "pembangunanisme"
rezim Orde Baru sejak 1967, kelompok-kelompok social barupun terbentuk. Dalam
kaitannya dengan proses industrialisasi, dua industry berkembang di NTB..............