Mungkin sedikit yang tahu, kalau judi sabung ayam
atau “gocekan” itu berasal dari nama
orang Tionghoa. Kisah ini terjadi saat Belanda mulai menguasai Pulau
Lombok setelah tahun 1895. Setiap hari Sabtu sore, di rumah jabatan Asisten
Residen Lombok (lokasinya di Kantor Gubenur sekarang) diadakan pertunjukan
musik yang ditonton noni-noni Belanda atau Belanda Indo. Sementara itu di salah
satu sudut perkampungan Bali di Cakranegara, juga tiap sabtu sore berlangsung
sabung ayam. Di arena judi itu ada orang Tionghoa yang dikenal sebagai penyabung
ayam ulung, namanya Goh Tgek Ang. Konon, karena ia selalu menang akhirnya
namanya dijadikan sebutan ”gocekan” (di Bali judi sabung ayam itu dinamakan metajen).------------
Belum ada yang tahu persis sejak kapan
orang-orang Tionghoa, para ”pencari untung” yang ulet itu, bermukim di Lombok. Ada
yang mengatakan saat Kerajaan Karang Asem Bali mulai mengusai Lombok pada abad
18, namun ada juga yang menduga jauh sebelum itu. Sayangnya tidak ada catatan
tentang ini. Dari manakah orang-orang Tionghoa (selanjutnya di sebut Tionghoa saja)
yang akhirnya turun temurun tinggal di Pulau Lombok sampai sekarang?