Bagi para pemain musik lokal, membeli beberapa
alat musik murah bukanlah perkara sulit. Di Lombok, ada perajin gitar bolong
(akustik) hingga gitar listrik, cello, gambus atau biola. Banyak juga jenis
alat musik lainnya yang bisa diproduksi perajin lokal. Para perajin itu menjamin, soal kualitas bunyi
atau nada –bahkan daya tahan alat-alat musik itu—tak kalah dengan buatan Surabaya
atau Solo. “Kita hanya kalah penampilan luar,” kata Soephendy, perajin biola
yang tinggal di Sandik, Gunung Sari. Bagaimana
cerita tumbuhnya para perajin alat musik ini dan cara mereka memasarkan produknya?.....................................